BerandaDAERAHMengawal Suara Rakyat dari Nagari, Wabup dan Dandim Pantau Pilwana Berbasis E-Voting...

Mengawal Suara Rakyat dari Nagari, Wabup dan Dandim Pantau Pilwana Berbasis E-Voting di Pasaman Barat

Pasaman Barat, Suara Buruh — Demokrasi tidak hanya hidup di ruang-ruang politik nasional. Di nagari, tempat masyarakat menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan terdekat dengan kehidupan mereka, setiap suara memiliki arti penting. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026).

Di tengah antusiasme masyarakat mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) sejak pagi, Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan bersama Komandan Kodim 0305/Pasaman Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya turun memantau jalannya pemilihan di Kecamatan Luhak Nan Duo dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.

Pemantauan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung tertib dan aman, tetapi juga mencermati penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting, teknologi yang digunakan dalam penyelenggaraan Pilwana.

Didampingi anggota DPRD Pasaman Barat dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), rombongan mengawali pemantauan di TPS 04 Nagari Jambak Selatan.

Perjalanan berlanjut ke TPS 01 Nagari Ophir, TPS 01 Nagari Pujorahayu, TPS 08 Nagari Mahakarya, serta TPS 01 dan TPS 05 Nagari Padang Harapan. Rombongan kemudian mengunjungi TPS 01 Nagari Sasak sebelum menuntaskan pemantauan di TPS 02 Ranah Pasisie.

Wabup Pasaman Barat M. Ihpan bersama Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya meninjau pelayanan petugas TPS saat pelaksanaan Pilwana berbasis e-voting, Rabu (14/10/2026)

Usai meninjau sejumlah TPS, Wakil Bupati M. Ihpan menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara pemilihan, aparat keamanan, dan masyarakat yang turut menjaga kelancaran Pilwana.

Perhatian khusus diberikan kepada warga yang sejak pagi telah mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilih. Bagi pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan nagari.

“Pelaksanaan Pilwana ini berjalan lancar, aman, dan terkendali berkat kerja sama seluruh pihak, baik penyelenggara maupun masyarakat. Kami juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Jika ditemukan kendala di lapangan, hendaknya segera diselesaikan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Ihpan.

Pesan tersebut sekaligus menggarisbawahi pentingnya menjaga ketertiban dan menyelesaikan setiap persoalan pemilihan melalui mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, penggunaan teknologi digital menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan tersebut.

Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya menilai manajemen, alur pelayanan, dan mekanisme pemungutan suara di TPS yang dikunjungi telah berjalan dengan baik.

Menurutnya, penerapan e-voting membantu proses pemilihan menjadi lebih efisien dan tertata, sekaligus memudahkan rekapitulasi hasil suara. Sistem tersebut juga dinilainya mendukung transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Pilwana.

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi, kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan tetap menjadi hal yang penting. Ketertiban pelaksanaan, kejelasan prosedur, dan penanganan kendala merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan demokrasi yang bertanggung jawab.

Dari aspek keamanan, Dandim menyampaikan bahwa situasi di sejumlah TPS yang dikunjungi terpantau aman dan kondusif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilwana. Apabila terdapat kendala atau permasalahan, diharapkan dapat diselesaikan secara berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Pemantauan bersama pemerintah daerah, TNI, anggota DPRD, dan perangkat daerah tersebut mencerminkan perhatian lintas lembaga terhadap kelancaran penyelenggaraan Pilwana.

Bagi masyarakat, pemilihan wali nagari bukan sekadar proses menentukan seorang pemimpin. Pilwana merupakan bagian dari perjalanan demokrasi lokal yang akan menentukan kepemimpinan dan arah penyelenggaraan pemerintahan nagari.

Karena itu, keberhasilan pemilihan tidak cukup diukur dari lancarnya pemungutan suara atau cepatnya proses rekapitulasi. Transparansi, akuntabilitas, keamanan, dan penghormatan terhadap pilihan masyarakat juga menjadi ukuran yang tidak kalah penting.

Di tengah perubahan cara memilih melalui teknologi elektronik, satu prinsip tetap tidak berubah: setiap suara warga harus dihormati, dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi harus dijaga.

RELATED POST

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

POPULER POST