Pasaman Barat, Suaraburuh — Di tengah kesibukan lalu lintas Bundaran Simpang Empat, kepedulian hadir melalui langkah sederhana, membagikan masker kepada sesama. Jumat (16/10/2026), pengurus dan anggota Brigade Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Kabupaten Pasaman Barat turun langsung demi kesehatan masyarakat, mengajak warga lebih peduli terhadap kesehatan di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dipimpin Panglima Koordinator Cabang (Pangkorcab) Brigade KSPSI Pasaman Barat, M. Fauzi Yusro, ST, aksi sosial yang digelar setelah shalat Jum’at itu menyasar masyarakat yang beraktivitas di jalan raya. Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, sopir angkutan umum, hingga pejalan kaki yang melintas di bundaran pusat kota Simpang Empat.
Di balik kegiatan tersebut, terselip pesan yang lebih luas daripada sekadar pembagian masker. Ketika persoalan asap menjadi perhatian, kesadaran untuk menjaga kesehatan perlu tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang harus tetap bekerja dan beraktivitas di luar ruangan.
Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari jajaran DPD KSPSI AGN Sumatera Barat. Wakil Sekretaris DPD, Pandu Putra Utama, hadir mewakili Ketua DPD KSPSI AGN Sumatera Barat, Ruli Eka Pratama. Ia turut turun ke jalan bersama pengurus cabang, membagikan masker sekaligus menyampaikan dukungan terhadap gerakan kepedulian tersebut.

“Kami hadir mewakili Ketua DPD KSPSI AGN Sumatera Barat, Bapak Ruli Eka Pratama, untuk memberikan dukungan penuh atas aksi tanggap sosial ini. Kami sangat mengapresiasi langkah nyata DPC KSPSI AGN Pasaman Barat dan berharap kegiatan serupa juga dapat diadakan oleh seluruh jajaran KSPSI AGN di setiap kabupaten dan kota yang terdampak asap Karhutla,” ujar Pandu.
Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan langsung. Ia berharap semangat serupa juga tumbuh di daerah lain yang menghadapi paparan asap karhutla.
Bagi KSPSI AGN Pasaman Barat, perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi salah satu alasan utama kegiatan itu dilaksanakan. Ketua DPC KSPSI AGN Pasaman Barat, H. Mulyadi, melalui Pangkorcab Brigade KSPSI, menyampaikan bahwa aksi tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kegiatan sosial ini kita adakan sebagai bentuk kepedulian kita untuk masyarakat agar meminimalisir terdampak penyakit ISPA bagi warga yang beraktivitas di luar. Kita juga berharap kepada masyarakat yang beraktivitas di luar agar menggunakan masker demi kesehatan kita sendiri, kita harus sadar dan juga menjaga diri kita sendiri. Siapa lagi yang akan menjaga kita kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri,” ujar Pangkorcab Brigade KSPSI.
Pesan itu mengingatkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal menghadapi keadaan ketika gangguan sudah muncul, melainkan juga tentang membangun kesadaran untuk melakukan pencegahan. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan, dengan tetap memperhatikan jenis masker, kondisi udara, dan anjuran otoritas kesehatan.
Di Bundaran Simpang Empat, aksi tersebut mempertemukan kepedulian organisasi dengan kebutuhan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Bagi pengendara yang melintas maupun warga yang bekerja di luar ruangan, perhatian terhadap kesehatan pernapasan merupakan hal yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pembagian masker itu tentu bukan jawaban tunggal atas persoalan karhutla dan dampak asap. Namun, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa menghadapi risiko kesehatan membutuhkan kesadaran bersama, informasi yang benar, dan langkah perlindungan yang sesuai.
Dari jalanan Simpang Empat, KSPSI AGN Pasaman Barat menyampaikan ajakan sederhana tetapi penting, di tengah ancaman asap, jangan abaikan kesehatan. Sebab, kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari tindakan kecil yang mengingatkan setiap orang untuk menjaga dirinya sendiri sekaligus memperhatikan keselamatan orang di sekitarnya.(ksp)





